Standart Akreditasi Rumah Sakit Menurut Kemenkes RI

Akreditasi rumah sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga, yang independent, melakukan asesmen terhadap rumah sakit. Tujuannya adalah menentukan apakah rumah sakit yang dinilai memenuhi standar yang dirancang untuk memperbaiki keselamatan dan mutu pelayanan. Dengan akreditasi akan memastikan pelayanan rumah sakit berupaya mengurangi risiko bagi pasien dan staf rumah sakit.

Proses akreditasi dirancang untuk meningkatkan budaya keselamatan an kualitas di rumah sakit sehingga pihak rumah sakit akan terus berusaha meningkatkan mutu dan keamanan pelayanannya. Beberapa manfaat akreditasi rumah sakit diantaranya adalah,

  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit mementingkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan
  • Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien
  • Mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak – hak mereka
  • Menciptakan budaya belajar dari laporan insiden keselematan pasien
  • Membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. Kepemimpinan ini memiliki prioritas untuk dan demi terciptanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatan.

Standar akreditasi rumah sakit merupakan upaya Kementrian Kesehatan untuk menyediakan suatu perangkat yang mendorong rumah sakit senantiasa meningkatkan mutu dan keamanan pelayanan.

Baca Juga : Pengertian Rumah Sakit Menurut Para Ahli dan Lembaga

Tingkat Akreditasi Rumah Sakit

Kegiatan akreditasi akan dilakukan oleh tim penialian dan proses pengambilan keputusan pada pengurus KARS. Tingkatannya adalah sebagai berikut,

  1. Tingkat Dasar

A. Empat bab digolongkan Major, nilai minimum setiap bab harus 80 (delapan puluh)% :

  • Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
  • Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
  • Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)

B. Sebelas bab digolongkan Minor, nilai minimum setiap bab harus 20 (duapuluh)% :

  • Millenium Development Goal’s (MDG’s)
  • Akses Pelayanan dan Kontinutitas pelayanan (APK)
  • Asesmen Pasien (AP)
  • Pelayanan Pasien (PP)
  • Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
  • Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
  • Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
  • Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
  • Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  • Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP)
  • Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
  1. Tingkat Madya

A. Delapan bab digolongkan Major, nilai minimum setiap bab harus 80% :

  • Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
  • Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
  • Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  • Millenium Development Goal’s (MDG’s)
  • Akses Pelayanan dan Kontinuitas pelayanan (APK)
  • Asesmen Pasien (AP)
  • Pelayanan Pasien (PP)

B. Tujuh bab digolongkan Minor, nilai minimumsetiap bab harus 20 % :

  • Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
  • Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
  • Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
  • Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
  • Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  • Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP)
  • Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
  1. Tingkat Utama

A. Duabelas bab digolongkan Major, nilai minimumsetiap babharus 80 % :

  • Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
  • Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
  • Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  • Millenium Development Goal’s (MDG’s)
  • Akses Pelayanan dan Kontinuitas pelayanan (APK)
  • Asesmen Pasien (AP)
  • Pelayanan Pasien (PP)
  • Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
  • Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
  • Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
  • Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)

B. Tiga bab digolongkan Minor, nilai minimum setiap babharus 20 % :

  • Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  • Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP)
  • Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
  1. Tingkat Paripurna

Limabelas (semua) bab digolongkan Major, nilai minimum setiap bab harus 80 % :

  • Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit
  • Hak Pasien dan Keluarga (HPK) Standar Akreditasi Rumah Sakit xxi
  • Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
  • Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
  • Millenium Development Goal’s (MDG’s)
  • Akses Pelayanan dan Kontinuitas pelayanan (APK)
  • Asesmen Pasien (AP)
  • Pelayanan Pasien (PP)
  • Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
  • Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
  • Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
  • Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
  • Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
  • Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP)
  • Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)

Untuk memenuhi kebutuhan akreditasi rumah sakit Anda, Indotex menjadi solusi kebutuhan gorden rumah sakit untuk akreditasi Anda, dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, kami telah menjadi produsen dan distributor gorden rumah sakit dengan kualitas terbaik dan sudah bersertifikat PPI/HAI. Kami menyediakan gorden dengan bahan sesuai kebutuhan Anda diantaranya adalah polyester, PVC, dan PVC Blackout. Dengan treatment khusus yang menjadikan gorden medis kami anti air, anti darah, anti infeksi, dan anti jamur, kami siap membantu Anda memenuhi kebutuhan akreditasi rumah sakit Anda.

Hubungi customer service kami dan dapatkan promo menarik dari kami, semoga bermanfaat!

Referensi :

Kementrian Kesehatan RI. 2012. Standar Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta

Baca Juga : Pengertian Tirai Rumah Sakit Beserta Fungsi dan Jenisnya

Rel Gorden Rumah Sakit

Isi Form Berikut Untuk Mendapatkan Promo Terbaik !

    Artikel Terbaru

    Anda Ingin Konsultasi ?

    Customer service kami siap membantu anda

    Kantor

    Jl. Wilis No.44 RT.3/RW.6,
    Torongrejo, Kec.Junrejo,
    Kota Batu, Jawa Timur

    No Handphone

    0812-4988-8602

    Email

    indotexofficial@gmail.com

    Perusahaan

    Ikuti Kami